Jumat, 01 April 2011


saat galang dana untuk korban banjir bandang

para relawan geo sedang meninjau lokasi banjir

beberapa RELAWAN GEO sedang memindahkan puing2 kayu banjir
Gunung adalah suatu daerah daratan yang mempunyai perbedaan tinggi yang menyolok dengan daerah sekitarnya. Sebuah gunung biasanya lebih tinggi dan curam dari sebuah bukit, tetapi ada kesamaaan, dan penggunaan sering tergantung dari adat lokal. Misalnya, Ensiklopedia Britannica mendefinisikan gunung apabila memiliki puncak lebih 2000 kaki atau 610 m.




Proses Terjadinya Gunung

Gunung terjadi karena adanya proses gaya tektonik yang bekerja dalam bumi yang disebut dengan orogenesis dan epeirogenesis. Dalam proses orogenesis ini sedimen yang terkumpul menjadi berubah bentuk karena mendapat gaya tekan dari tumbukan lempeng tektonik. Ada tiga tipe tumbukan lempeng tektonik, antara lempeng busur kepulauan dan benua, lautan dan benua, dan antara benua dengan benua. Tumbukan lempeng lautan dan benua menimbulkan deposit sedimen laut terhadap tepi lempeng benua. Tumbukan antara lempeng busur kepulauan dengan benua berakibat lempeng lautan menyusup ke lapisan asthenosfir dan batuan vulkanik dan sedimen menumpuk pada sisi benua sehingga terjadilah pegunungan Sierra Nevada di California pada zaman Mesozoic. Sedangkan tumbukan lempeng benua dengan benua merupakan proses pembentukan sistem pegunungan Himalaya dan Ural

Sedangkan dalam proses epeirogenesis merupakan gerakan yang membentuk benua yang bekerja sepanjang jari-jari bumi. Proses ini juga disebut gerakan radial karena gerakan mengarah atau menjauhi titik pusat bumi dan terjadi pada daerah yang sangat luas sehingga prosesnya lebih lambat dibandingkan dengan proses orogenesis. Pembentukan dataran rendah (graben) dan dataran tinggi (horts) adalah salah satu contoh proses epeirogenesis.

Proses pembentukan gunung berlangsung menurut skala tahun geologi yaitu berkisar antara 45 – 450 juta tahun yang lalu. Misalnya pegunungan Himalaya terbentuk mulai dari 45 juta tahun yang lalu, sedangkan pegunungan Appalache terbentuk mulai dari 450 jutan tahun yang lalu.



Model terjadinya gunung mengalami tiga tingkatan proses, yaitu:

1.Akumulasi sedimen: lapisan lapisan sedimen dan batuan vulkanik menumpuk sampai kedalaman beberapa kilometer.
2.Perubahan bentuk batuan dan pengangkatan kerak bumi:sedimen yang terbentuk tadi mengalami deformasi karena adanya gaya kompresi akibat tumbukan antar lempeng-lempeng tektonik.
3.Pengangkatan kerak bumi akibat gerakan blok sesar: tumbukan antar lempeng akan mengangkat sebagian kerak bumi sebagai lipatan lebih tinggi dari sekitarnya sehingga terbentuk gunung. Sedangkan jika terjadi gaya tegangan atau tarikan antar lempeng maka akan terbentuk graben (lembah)

Skema Proses Terjadinya Pegunungan Himalaya




Sebelum terbentuk pegunungan Himalaya , terjadi gerakan lempeng India ke arah lempeng Eurasia. Lempeng India merupakan komposisi batuan yang sangat tua 2-2,5 milyar tahun. Titik referensi yang berwarna kotak kuning masih berada dibawah . Setelah mengalami proses tumbukan yang lama antara dua lempeng tersebut maka sebagian dari tepi lempeng India terangkat dimana terlihat kotak kuning berubah posisi ke tempat yang lebih tinggi.Sehingga terbentuklah pegunungan Himalaya saat ini.

Skema Pembentukan Dataran Rendah (Graben)



(Sumber: http://csmres.jmu.edu/geollab/vageol/vahist/mtnmodel.html)

Kulit bumi yang sebelumnya dalam kondisi seimbang, mendapat gaya tektonik yang saling berlawanan arah (gaya regangan) akibat desakan panas ke atas, sehingga menimbulkan retakan (cracking). Proses tektonik ini berlangsung terus menerus dalam jangka waktu geologi yang cukup lama. Blok yang retak menjadi turun akibat gaya tarik gaya berat sehingga terbentuk



Rangkaian Gunung-Gunung di Muka Bumi

Sistem rangkaian jalur pegunungan di bumi meliputi Pegunungan Cordillera, Amerika Utara, Pegunungan Andes, Alpin, Ural, Appalache, Himalaya, Caledonia dan Tasmania. Gambar di bawah ini menunjukkan Peta Rangkaian Gunung-Gunung di Bumi.



Sumber: United States Geological Survey)

Ahli Geologi mengklasifikasikan gunung menurut ketinggiannya yaitu gunung tinggi, menengah dan rendah. Warna merah pada peta menunjukkan gunung-gunung tinggi seperti pegunungan Himalaya, Andes , warna jingga menunjukkan gunung dengan tinggi menengah seperti pegunungan Ahaggar di Algeria sedangkan warna kuning menunjukkan gunung dengan ketinggian rendah seperti pegunungan Meratus di Kalimantan , Indonesia.

MAHASISWA SEBAGAI KONTROL SOSIAL DAN DEMOKRASI

MAHASISWA SEBAGAI KONTROL SOSIAL DAN DEMOKRASI
Oleh : zikirullah
(aktivis Pergerakan SMUR dan mantan pengurus BEM FKIP.)

Sejarah pergerakan mahasiswa tidak bisa dilepaskan dari kondisi sosial politik suatu bangsa. Seperti halnya Indonesia. Di mana dalam setiap perioderisasinya, mahasiswa dengan moral force-nya telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam menentukan format kehidupan bangsa. Diawali dengan lahirnya Boedi Oetomo 1908 yang dilanjutkan dengan kongres mahasiswa Indonesia sehingga menghasilkan rumusan Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928 merupakan elemen penting dalam menentukan format bangsa ke depan.
Namun juga tidak dipungkiri dalam perjalanannya, kebijakan yang dikeluarkan pemerintah cenderung memberikan batasan-batasan ruang lingkup gerakan mahasiswa. Seperti halnya Orde Lama yang jatuh sebagai implikasi jatuhnya rezim otoretarian Soekarno oleh mahasiswa dan ABRI, ternyata justru menjadi awal kemandekan pergerakan mahasiswa Indonesia.
Dengan dikeluarkannya kebijakan NKK/BKK yang melarang mahasiswa berpolitik kecuali sebagai individu dan memasuki organisasi-organisasi politik, secara langsung ataupun tidak telah melumpuhkan/mengkerdilkan peran mahasiswa sebagai elemen pembaharu dalam kehidupan bangsa. Mahasiswa dalam hal ini seakan telah kehilangan orientasi kemahasiswaannya yang notebene sebagai agen pengontrol terhadap kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. Hal ini justru menjadi kekuatan rezim untuk menjalankan politik dan kekuatan kesewenangannya. Sehingga Orde Baru berhasil membentuk paradigma dan pola pikir mahasiswa menjadi “Robot-Robot Penghapal” demi mengejar study oriented dan lulus dengan predikat Cumlaude. Mereka tidak lagi peduli dengan kondisi sosial politik yang ada di sekitarnya melainkan hanya disibukkan dengan urusan kuliah, pesta, dan cinta.
Namun disisi lain ternyata masih terdapat mahasiswa yang masih memiliki kepekaan dan kepedulian sosial kemahasiswaannya terhadap kondisi sosial dan politik yang ada disekitarnya. Dengan semangat keidealisan kemahasiswaannya berusaha untuk mewujudkan kembali peran mereka sebagai agent of change dan agen social control dengan membentuk kelompok-kelompok studi mahasiswa serta bergabung dengan organisasi-organisasi mahasiswa ekstra kampus, yang secara periodik membangkitkan kembali kepekaan sosial kemahasiswaan terhadap perpolitikan bangsa. Runtuhnya rezim Soeharto ternyata bukanlah merupakan akhir perjuangan, tetapi justru merupakan awal perjuangan yang lebih besar. Reformasi menjadi ikon perjuangan seyogyanya harus diawasi dan dikontrol oleh mahasiswa.
Dengan realita demikian, tidak urung pergerakan mahasiswa pasca reformasi 98 cenderung bersifat infirodi. Di Kalimantan Barat juga masih sangat membutuhkan peran mahasiswa untuk mengawal demokrasinya. Merupakan suatu upaya untuk menata kembali format mahasiswa dalam mengawal demokrasi di Kalimantan Barat. Di era otonomi sekarang bagaimana daerah memiliki kewenangan untuk menentukan kebijakan-kebijakan dalam menengarai pembangunan terkadang menyebabkan peran dari pemerintah menjadi kebablasan. Idealnya, demokrasi mampu beriringan memberikan kesejahteraan masyarakat. Dalam tataran normatif memang telah didengungkan. Mulai dari demokrasi liberal, demokrasi terpimpin hingga demokrasi Pancasila sekarang.
Ada dua hal yang mesti dimiliki oleh mahasiswa agar dapat melakoni perjuangan kemanusiaan dalam pengawalan demokrasi. Pertama, adalah memiliki kemampuan teoritis. Artinya adalah mahasiswa harus berpengetahuan luas, berfikir rasional, objektif dan kritis. Hal ini wajib dimiliki agar mahasiswa mampu memformulasikan apa yang ia ketahui. Sehingga dalam menghadapi persoalan kemasyarakatan penuh dengan kesadaran. Dan segala hal yang dilakukan merupakan hasil kajian secara mendalam sesuai dengan konteks keilmuan.
Suara yang dilontarkan pun bukan hasil dari titipan pihak-pihak kepentingan. Karena kalau kita berbuat dengan mengedepankan konsep-konsep keilmiahan, maka segala sesuatunya sanggup dikerjakan dengan konsep sistematis, yaitu bertahap, teratur dan mengarah ke pokok permasalahan.
topangan akademis, mahasiswa pasti akan mampu melaksanakan kerja kemanusian yang di semangati. Sebab dengan kadar landasan ilmu yang kuat, penulis yakin alam kesadaran mahasiswa akan bangkit bahwa mahasiswa tidak cukup membuat dirinya paham sendiri akan ketidakberesan namun juga harus mampu membuat kondisi masyarakat paham dengan keadaan sesungguhnya. Karena ilmu yang dimiliki haruslah diabdikan untuk mewujudkan cita-cita dan ilmu tersebut harus berguna bagi kepentingan rakyat banyak.
Kedua, memiliki keimanan/akhlak. Ini merupakan hal mendasar dalam melakukan setiap perbuatan. Setiap insan manusia yang memiliki landasan keimanan kuat akan mempunyai garansi objektif dalam setiap tindakan yang dilakukan. Segala perjuangan mahasiswa seluruhnya memang diawali oleh semangat keidealismean. Karena seluruh bentuk pengabdian dalam bentuk apapun pada hakekatnya adalah tujuan hidup manusia. Tapi kalau tidak mampu menahan godaan, maka akibatnya adalah terjerumus ke alam hitam permainan politik praktis.
Semangat indepedensi akan hancur berkeping-keping olehnya. Hanya wajah saja yang tampak senyum kebenaran. Tapi perbuatan seluruhnya tidak konsekuen dengan nilai kebenaran itu sendiri. Akibatnya, segala yang dilakukan adalah atas dasar kepentingan pribadi ataupun kepentingan-kepentingan elit. Simbolnya saja bernamakan rakyat yang diperantarai oleh mahasiswa. Sehingga sifat-sifat demikian yang jauh dari tatanan nilai keimanan mesti dibuang sejauh-jauhnya.
Karena mahasiswa dengan kualitas-kualitas yang dimiliki adalah merupakan kelompok elit. Sifat kepeloporan, keberanian dan kritis adalah ciri dari kelompok elit dalam aliran darah generasi muda. Hanya dengan keimananlah sikap progresif dari seorang intelektual akan tumbuh nilai kejujujuran, keadilan, dan objektifitas dalam bertindak. Semoga hal ini tetap menjadi hal dasar bagi seluruh mahasiswa dalam memperjuangkan nilai-nilai kebenaran. Dan tetap memiliki semangat revolusioner agar mampu selalu eksis dalam mengawal perjalanan demokrasi. Agar demokrasi di negeri ini tidak tersesat ke lembah durjana otoriter.
Intinya perubahan harus tetap ada, apapun alasannya dan seperti apa perubahan yang menjadi kebutuhan mahasiswa ? Perubahan yang mendasar, Revolusi Sosial !!!

*****
Hari ini aku lihat kembali
Wajah-wajah halus yang keras
Yang berbicara tentang kemerdekaaan
Dan demokrasi
Dan bercita-cita
Menggulingkan tiran
Aku mengenali mereka
yang tanpa tentara
mau berperang melawan diktator
dan yang tanpa uang
mau memberantas korupsi
Kawan-kawan
Kuberikan padamu cintaku
Dan maukah kau berjabat tangan
Selalu dalam hidup ini?

(Soe hok gie)

SESUATU YANG TERLUPAKAN

Darussalam, 17 Juni 2009

SESUATU YANG TERLUPAKAN
Oleh: Zikirullah

Mungkin perasaanku sama saja dengan mahasiswa baru saat pertama kali menginjakkan kaki di kampus tercinta ini. Tegang, kaku, takut, dan sedikit malu-malu. Tapi dengan semangat 45 (maaf aku bukan aktivis ’46 ya), Dengan wajah lugu mengisi Formulir OSPEK dan mengikuti segala macam materi. Dan mulai sedikit mengenal senior dan teman-teman yang ada di FKIP, lamban daun aku mulai akrab dengan para teman-teman satu jurusan dengan aku bukan hanya itu saja bahkan aku juga akrab dengan teman yang bukan satu jurusan dengan aku seperti Uda Faisal, oong, andra, Bang dedi, Bang Akbar dan yang lainnya, dan lamban daun aku bergabung di tim mereka. Ini adalah awal aku masuk ke rumah dan keluarga ini.
Seiring waktu berbagai masalah pun mulai aku alami, bukan hanya aku tapi juga rekan-rekan ku yang saat itu tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Geografi, dimana konflik di internal himpunan sangat kacau dan bahkan sampai terdengar ke himpunan lain (wajar Himpunan baru, dan pengurusnya juga pada preman semua he..he..). Dari situ aku berkeinginan untuk memperbaikainya semua. Dan mengembalikan lagi marwah HIMAGEO kearah yang lebih pasti.
Dan tepatnya pada saat pendaftaran mahasiswa baru, aku mulai berkeinginan untuk segera mewujudkan perubahan untuk HIMAGEO, bersama rekan-rekan ku aku mulai memasuki ke pergaulan mahasiswa baru, dimana itu adalah salah satu cara untuk kami maju dalam memperbaikai HIMAGEO.
Seiring waktu, tepatnya pemililihan ketua warga baru kami bertekat untuk tetap maju sebagai calon. Dan dari tim kami pun mengusung saudara okta untuk maju menjadi calon ketua warga yang baru, dan kebetulan saat itu tim kami menang dan berhasil menjadi pengkuasa HIMAGEO (he..he… macam teroris aja ya) aku pun mulai mencintai tempat ini (HIMAGEO maksud aku) dan orang-orang yang ada di dalamnya. Kawan-kawan yang perhatian dan baik hati (sebenarnya tidak juga sih,he…he… maen2 behh), ketua Himpunan yang berwibawa (weeeek! Nak muntah aku dengernya), rekan-rekan kerja yang seru (kayak syahrial black, Haidar, andi dan lainnya pokoknya kalian semua dech ngak sanggup aku tulisnya saking banyak orang di HIMAGEO ini, yang lama kelamaan ketagihan ngopi di dekmi), dan adik-adik yang manis, culun, lugu dan polos (Macam Dedi sunardi, manaf, oja, wida, rona, dan lainnya hehehe). Aku berusaha untuk menikmati semuanya. Walaupun tentu saja ada hal-hal yang menyesakkan di dada, mengecewakan dan menyedihkan. Gimana ngak coba, janjinya itu loh
Tempat ini dan orang-orang yang berada di dalamnya telah mencuri banyak waktuku yang terjadi hampir setiap hari sampai malam sekalipun. Bahkan pada hari minggu. Hari yang seharusnya menjadi milik aku di rumah untuk nyuci, setrika (maklum anak kos bok) dan orang-orang yang berada di dalamnya telah banyak membuatku kesal dengan kerja-kerja kecil maupun besar yang melelahkan. Di tempat ini, aku merasakan berbagai bentuk rasa. Rasa senang; saat kegiatan sukses, saat bercanda, saat berbagi dan saat suasana penuh keakraban lainnya. Rasa kesal dan rasa sedih aku melihat saat kegiatan hampir gagal, seperti kegiatan seminar lingkungan, yang ambruradul, saat melihat teman-teman tidak lagi peduli dengan lingkungan (maaf bukan nya sok jadi anak geografi, tapi menjaga ), saat sekret berantakan, saat dana tidak ada (he…he… biasa) dan saat ketua himpunan susah untuk di hubungi. Dan berbagai rasa lain sebagai ekspresi jiwa yang penuh warna.
Seiring waktu, kita mulai sibuk dengan agenda kita masing-masing, dengan dunia kita sendiri dan sering kali terlupa bahwa kita mempunyai saudara. Kehangatan yang dulu terasa kental sekarang (ku rasa) mulai pudar, komunikasi yang mulai mampet, ikatan hati yang mulai renggang.
Ayolah kawan, di sini ada saudaramu. Adalah manusiawi jika kita sedang sedih, kita ingin ada teman yang menghibur. Ketika kita salah, kita ingin ada teman yang menegur. Walaupun terkadang teguran itu amat menyakitkan. Mengapa harus seperti ini? Karena saudaramu punya hak atas dirimu. Ayolah kawan, di sini ada teman-teman yang membutuhkanmu dan kaupun membutuhkan mereka.
Selagi kita masih punya waktu untuk memandang wajah teman-teman kita, selagi kita masih punya waktu untuk mendengar suara dan renyah tawa mereka, selagi kita masih bisa merajut tali silahturahmi ini, mengapa kita tidak memanfaatkannya? Mari efektifkan komunikasi, mari satukan kembali hati-hati yang berserakan dan mari kita bangun sebuah kejayaan. Tidak ada kejayaan tanpa kekuatan, dan tidak kekuatan tanpa kebersamaan. Yakinlah suatu saat kita akan merindukan kebersamaan ini. Maaf untuk semua khilaf yang pernah tertoreh. Dan sudah saatnya kita bangkit untuk BEREVOLUSI atau MATI TERTIDAS oleh penguasa yang zalim, yang haus akan uang, tanpa melihat rakyat miskin,

Kebersamaan ini tak akan pernah pudar
Karena kalian adalah teman yang sejati
Karena kita adalah satu,
Satu jiwa, satu tujuan, satu cita-cita untuk organisasi ini.
I love you All

Created by: zikir

Jumat, 06 Agustus 2010

‘KOBARAN SEMANGAT BUMI GEOGRAFI’ (mars geografi)

MENGHIRUP UDARA SEGAR NAN SEJUK
KERUTKAN KENINGKU TERSENYUM LEBAR
MULAI SISINGKAN LENGAN BAJU KU BANGUN
HIDUPKU BERTAPAK DI BUMI GEOGRAFI

SIANG DAN MALAM MENYIMPAN FENOMENA
SELUAS SEMESTA BATAS KU BERJUANG
MENJUNJUNG TINGGI AL-QUR’AN DAN HADIST
SERTA TRI DHARMA PERGURUANKU

REFF:
OH… HIMAGEO……….
HIMPUNAN PENGHIMPUN KITA SEMUA
SEKERAS LEMPENG BUMI KITA BERSATU
KITA UNSYIAH
DI BUMI GEOGRAFI

ILMU KUGARAP KEMAMPUAN KU KEMBANGKAN
SIAPKU BERKORBAN BEROTASI BERSAMA
KERAHKAN POTENSI YANG KUMILIKI
MATAHARI TERBIT DI BUMI GEOGRAFI

BULAT TEKAD KU MAHASISWA GEOGRAFI
GUNUNG TINGGI LAUT DALAM BUKANLAH HALANGAN
TUGUKU DISINI MENJULANG TINGGI LAHAN HIJAU
PENDIDIKAN JANJIKU PADA INDONESIA…..

BACK TO REFF…